

Indonesia adalah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun di balik gemerlap Ramadhan di kota-kota besar, masih banyak saudara kita yang menjalani bulan suci ini dalam keterbatasan.
Di pelosok Jawa Barat, ribuan anak yatim menjalani Ramadhan tanpa orang tua yang menemani.
Banyak Abah dan Emak (lansia dhuafa) berpuasa dengan penghasilan yang tak menentu, bahkan tanpa kepastian makanan berbuka.
Dan di sudut-sudut desa, para asatidz dan guru ngaji tetap setia mengajarkan Al-Qur’an meski hidup serba sederhana.
Bagi mereka, Ramadhan bukan hanya tentang ibadah —
tetapi juga tentang bertahan hidup dengan penuh kesabaran.
Bayangkan…
Satu santunan dari kita bisa menjadi senyum anak yatim saat menyambut lebaran.
Satu paket sembako bisa menemani Abah dan Emak menjalani puasa dengan lebih tenang.
Satu kadeudeuh untuk asatidz bisa menjadi penguat langkah para pejuang Qur’an di pelosok.
Dan satu paket makanan berbuka bisa menghapus lapar mereka yang terjebak di jalan saat adzan Maghrib berkumandang.
Inilah makna RamadhanKu.
Sebuah arus kebaikan yang mengalir dari hati-hati yang peduli, menuju mereka yang paling membutuhkan.
Program RamadhanKu 1447 H hadir melalui:
Setiap kebaikan yang kamu titipkan bukan hanya meringankan beban mereka,
tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan ketika Ramadhan telah usai.
✨ Yuk, jadikan Ramadhan ini milik kita bersama.
Mengalirkan berkah hingga pelosok.
Menguatkan mereka yang membutuhkan.
Bersama RamadhanKu 1447 H.
Salurkan donasi terbaik Anda dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser